Tampilkan postingan dengan label inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiratif. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Oktober 2012

One Piece is YOU


"Life is a puzzle... and you are one piece of them"
Hidup itu seperti kumpulan puzzle, kawand... dan kau adalah salah satunya, yang paling berharga.
Ingin kukatakan itu pada semua orang yang kucintai di sini, pada anak-anakku, pada rekan-rekanku, pada setiap orang yang mengenalku.


especially YOU, my sons and my daughters.

Mengenal kalian adalah anugerah dariNYA atas kehidupan ibu yang terbatas ini :)


SMAIT Insantama.
At the first time I'm in here, I think YOU're amazing.


SIXPACK, my experience microteaching's class.

"sambutan meriah" kalian bikin ibu ingin segera bergabung di tim SMAIT Insantama ini...
untuk Rakha, Musleh, Ihsan, 'Azzam, Ahmad, Fatih, Fatih, Fatih, Fatih (Yupz, saat itu ada 4 nama Fatih di kelas ini), Nu'man, Akmal, Insan, Imad, Khuza, Faiz, Raihan, Fajri, Bram, Syuhada, Dimas, Haidar, dan (si kalem) Mustaqim... terima kasih :)
Awal itu, nuansa belajar yang penuh semangat, Luar Biasa!
dari bahas "Virus" sampai konspirasi global :D very exciting YOU are.

Sempat sedikit ada insiden, kalian sediakan spidol marker itu. Ibu tidak menyadarinya, sampai tertulis lengkap nama ibu di papan tulis: Dwi Febriani. Tawa renyah kalian pun menghiasi kelas, lalu simple ibu berkata, "namanya sudah terlanjur tertulis dengan spidol permanen... tandanya orang yang memiliki nama ini kelak akan menjadi Guru Biology kalian".

Microteaching yang teramat singkat pun berlalu, namun pancaran wajah kalian yang penuh keakraban masih menemani ibu hingga ke luar kelas, hingga menuju kantor guru. Banyak sekali kalian bertanya, salah satu yang paling banyak adalah pertanyaan apakah ibu aktif di suatu harokah? Apakah harokah itu bernama ...? :) Lucu sekali... kalian yang lugu.
Uniknya kalian, saat ibu mau beranjak pergi untuk melanjutkan rangkaian administrasi, wawancara, all of YOU say, "ibu nggak usah wawancara lagi, ibu udah kami terimaa..."

Tahukah kalian... belum seminggu hari-hari ibu dipenuhi "hujan", tangisan semua anak-anak ibu di sekolah tempat ibu mengajar sebelumnya... Seketika cerah dan melengkung sebuah pelangi... karena bertemu kalian. Proud of YOU :)



CLOVER, my first experience to be homeroom teacher.

"nuansa bening" yang kalian hadirkan slama ini, bikin ibu tenang saat bersama kalian, juga saat "melepas" kalian. Tahukah anak-anak, selama kita bersama, ibu sayang kalian bahkan sebelum kalian menyayangi ibu. Pernah ibu katakan pada anak-anak lain... "tidak ada mantan wali kelas dalam kamus hidup ibu". Pintu hati ibu slalu terbuka untuk kalian... bahkan inginnya ibu kunci pintunya saat kalian sudah berada dalam hati ibu, agar kalian tidak bisa keluar lagi :)

Anak-anakku, Syafini, Fara, Fiki, Dira, Jihan, Arin, Syinai, Seka, Rahmah, Najway, Syasya, Niki, Reka, Dhila, Ida, Icha, Acha, Hasna, Ima, Cime, Risya, Salsa, dan Nabilah... terima kasih :)  karna pancaran semangat dan dukungan kalian slalu hadir dalam setiap momen kita bersama... 

I love YOU cause Allah :)
*big hug*


CONNECT, my precious students.

"episode singkat" bersama kalian itu... SERU! :D
akhir semester dua lalu... tepatnya momen wawancara kepribadian... saat ibu simak mahfum kalian tentang esensi hidup... itu adalah momen yang membuat ibu "siap" untuk memegang kalian. Karna ibu optimis, kelak kalian menjadi orang "besar" yang kan memberikan banyak kontribusi untuk umat ini.

Namun, during the process of my adventuring with YOU, is not easy. Ingiiin sekali ibu selami "hati" kalian dan membantu kalian dalam menemukan pemecahan permasalahan kalian... sayangnya... sulit sekali ibu menemukan "momen" itu. One by one person... I understand, but another... not yet... and all I need is time to sense YOU.... but it's late.
Maaf... karna belum bisa menjadi walikelas yang baik...

Icon "bercandaan mulu" itu, bikin ibu terjebak dalam dilema... serba salah. Ibu slalu bertanya-tanya, mengapa harus diawali dari sebuah kesalahan... padahal yang ibu ingin bangun sejak awal adalah hubungan yang "baik" dan solutif...

untuk Hazzi, Ihsan, Fadhil, Nazhif, Abduh, Addin, Almas, Afif, Hanif, Maman, Ipul, Fakhri, Lukman, Fathir, Sayyid, dan Dwiky... terima kasih :)
terima kasih karna tlah menjadi puzzle-puzzle berharga dalam episode kehidupan ibu...
Untuk yang tlah meneteskan air matanya karna ibu... ibu minta maaf... dan pastinya lebih deras lagi yang terjadi di hati ibu.

Dunno... that i really wanna say, how i love YOU... cause Allah. like as mother or your sister.
Ganbarru yooo! \(^_^)/



SIXSENSE, in Insantama, July 2011 till now.

"sebuah pelangi" kalian hadirkan dalam setiap episode kehidupan ibu :)
Pelangi cantik yang hadir saat cerah menghalau awan hujan. Terkadang kita tidak sabar akan hujan... apalagi saat dunia sedang gelap karna mendungnya, sedang sunyi karena gemuruhnya. Padahal dari hujan itu dibasahi bumi yang kering, ditumbuhi tanah yang mati, dan dihadiahi sebuah lengkungan pelangi di langitnya.
Anak-anakku, Nayla, Sobrina, Icha, Fakhi, Hanum, Tifah, Ajeng, Azka, Caca, Afiya, tth Syifa, Salma, Taniya, Muthi, Astri, Anis, Vira, Riva, Dani, Fadhiilah, Indah, Lia, NZ, Gadis, Zizi, Ozi, dan Nindi... terima kasih :)

Surprise... saat ibu lihat bulatan-bulatan icon kampus menghiasi kelas kalian, juga "Dream Tree" yang mengisi pojok kelas kalian. Rangkaian mimpi-mimpi hebat sudah kalian tuliskan, restu ibu sudah kalian dapatkan, ikhtiari dengan maksimal, dan semoga tergapai semua hal terbaik kalian... :)

Selalu kompak dalam kebaikan yah ;)
I love YOU... cause Allah :)

*Sobri... bunga nya layu... tapi sebelum ia layu, ibu sudah bioplastic-kan ia... di hati ibu :)



TEEN TITANS,

"langsung akrab" dengan kalian... :)
smoga bukan sekedar momen tawa, tapi juga setiap hal yang bisa dijadikan pelajaran untuk mengukir masa depan kalian dengan tinta emas.
Untuk Rizki, RM, Diqi, Amin, Adi, Ihsan, Ino, Fauzy, Farhan, Hafiz, Fikri, Jusa, Kenzi, Bisma, Ucup, Yody, Fikran, Zuhdi, Kumail, Aldi, Wisnu, Dimas, Allif, Ghiffary, Faris, Fitra, Ilham, dan Abadi... terima kasih :)

Kalian yang akur ya...
Usai pelajaran, jangan lagi bertumpuk-tumpuk di pintu :)

Meski jendela terbuka lebar, kalau guru mau keluar kan lewat pintu... :)

Ganbatte kudasai! 



TEENations

"semangat baru" yang ibu temukan saat mengajar kalian :)
"siapa yang punya cita-cita jadi dokter?" sebagian besar kalian mengatakan "anaaa..."
"yang mau jadi dokter umat?" whaa... semuanya... :D

sekitar tiga bulan kita bersama, namun saat kalian tau ibu akan pergi... ibu rasakan pelukan amat erat dan hangat itu... dari kalian :')
Anak-anakku, Vani, Ulfa, Digna, Khonsa, Rizka, Rusy, Zahroh, Adzkia, Kathy, Tasya, Ninis, Syifa, Echi, Oni, Ofi, Syila, Icha, Nuri, Hanifa, Qifa, Zulvi, Retno, LA, Bila, Sarah, Nisa, Merlin, dan Aita ... terima kasih :) 
semangat belajar! Prestasi OK, jadi Pejuang Islam, tangguh!

big hug to YOU :)

***

YOU are special, my sons, my daughters...
Ibu bersyukur pada Allah yang tlah membuat ibu terdampar di "sini", meski sangat sangat sebentar...


Jazakumulloh khoir untuk semua warna yang kalian lukiskan di hati dan memori ibu.
Ibu bangga mengenal kalian, dan ibu berharap kelak kalian kan menjadi "Penjaga Islam yang Terpercaya" ;)

Ganbarru yooo! \(^_^)/

***


backsound (ME//reff Inikah Cinta)

# saat ku di insantama, di tahun pertama... oh semua sungguh luar biasa...

tahun-tahun berikutnya, makin jatuh cinta... berbagi duka dan bahagia... dengan semua... :)


[hikari]

Selasa, 28 Agustus 2012

always... move on!



Pagi-pagi udah dapat SMS dari seorang muridku :)


Saat dunia memberi 1000 alasan untuk menangis,
tunjukkan bahwa kita punya 1001 alasan untuk tersenyum.

Saat dunia memberi 1000 alasan untuk mengeluh,
tunjukkanlah bahwa kita punya 1001 alasan untuk bersyukur.

Saat dunia memberi 1000 alasan untuk menyerah,
tunjukkanlah 1001 alasan janji Allah bahwa kita akan berhasil.

Sahabatku, jangan berkata,
"Allah... aku punya masalah yang besar..."
tapi katakanlah,
"Hey masalah, aku punya Allah Yang Maha Besar!"

Meski berat, tapi yakin dan percayalah
bahwa Allah beserta kita dalam keadaan sesulit apapun ;)


[hikari]

Jumat, 20 April 2012

Berharap Harimu Indah Tanpa Keluh



Hidup mengajari kita tentang makna bersyukur di fajar hari,
juga tentang kerja keras di terik siang,
tersenyum saat senja menjelang,
serta merasa damai ketika terlelap dalam malam.

Allah tahu lelahnya ragamu hari ini, kawand.
Dia juga tahu berkurangnya jatah bersantai yang bisa kau ni'mati.
Allah Maha Mengetahui...
karenanya tersenyumlah,
karna senyummu akan dibalasNYA dengan rangkaian berkah tiada tara...

Apa kabar hati?
semoga selalu tertata rapi.
Apa kabar jiwa?
semoga teduh dalam cintaNYA.
Apa kabar lisan?
semoga selalu basah dengan dzikir-dzikir padaNYA.
Apa kabar cinta?
semoga tetap Allah yang paling utama.


Apa kabar rindu?
semoga selalu surga yang ditunggu.



semoga kebahagiaan selalu menyertaimu, kawand,, dengan Islam dan iman.

Rabu, 21 Maret 2012

Cerita dari Semut


Kalau ada soal tebak-tebakan: "hitam, kecil, keringetan",, kaya'nya sudah pada tahu jawabannya ya...?
Yupz, btul! semut sedang push-up (azik :D)



Semua orang pasti kenal tentang organisme kecil yang paling rajin ini. SEMUT :)


Kawand, jika kita bertemu dengan seekor semut, biasanya tak jauh dari situ kita akan lihat semut-semut lain yang morfologinya mirip dengan semut yang ditemukan sebelumnya, kan?
Atau kita lihat sepasukan semut sedang berbaris menapak menuju suatu lokasi makanan atau lokasi untuk memindahkan telur-telurnya. Nah... karna itu, semut dijuluki superorganisme. Dia berkoloni dan kehidupannya membentuk kesatuan. Bahasa kerennya berjamaah lah :)


Semut yang berasal dari Famili Formicidae ini, meskipun memiliki ukuran tubuh yang relatif sangat kecil, tapi ia menempati posisi kedua hewan terkuat di dunia, lho... Semut jantan mampu menopang beban dengan berat 50 (lima puluh) kali dari berat badannya sendiri. (waw :D)
Kalau dianalogikan ke manusia, kira-kira rasionya seperti cowo' yang bisa angkat 4 unit sepeda motor* di pundaknya tanpa mengalami encok. (wew :D)


*berat satu unit sepeda motor sekitar 100 kg. 



***
By the way, kawand, pernah perhatikan apa yang para semut lakukan jika mereka berpapasan dengan kawand-kawand atau saudara-saudaranya??? :)
Di sinilah uniknya... Mereka bukan sedang bertabrakan atau bertengkar, tetapi mereka sedang berhenti sejenak untuk menyapa saudaranya. Mungkin seperti cipika-cipiki. Kurang lebih begitu. (azik :D)


Itulah yang kita sebut 'salam semut'


Semut mengajari kita untuk tak lupa menyapa sahabat kita meski di tengah kesibukan kita, meski untuk sahabat yang long time no see plus long distance.
Tahukah, bisa jadi saat ini ada sahabat kita yang merasa 'sendiri' padahal ia berada di tengah padatnya agenda-agenda organisasi yang pastinya banyak orang terlibat di sana...? Bahkan kita termasuk di dalamnya?
Hmm... Jika ini dibiarkan, bisa buahaya, kawand. Ia akan terasuki nuansa kesepian, merasa tidak diperhatikan, panen kacang (ngerasa orang-orang ngacangin dia, maksudnya...) Wah.wah... bisa jadi autisisasi di kalangan para aktivis! Lalu menipisnya ukhuwah, memudarnya rasa cinta, menghilangnya loyalitas, and... out
Padahal masalahnya bisa jadi dipicu hal yang sederhana: "tidak ada yang (sempat) 'menyapanya' saat ia tengah terlibat masalah!!!"


Kita tak pernah benar-benar tahu kapan sahabat kita berada dalam masalah yang menggalauwkan hatinya. Jika kita menangkap sinyal-sinyal itu,, sebagai sahabat yang baik (kita) ini segera ambil tindakan. Setidaknya berawal dari 'salam semut' dan sapaan kita bisa sedikit menghalau lamunannya; senyum hangat kita bisa melumerkan penatnya; raihan tangan kita bisa membuatnya merasa bahwa ia tak sendiri; sejenak kita di dekatnya (bila dirasa perluuntuk curhat) bisa meredam guncangan emosinya; dan sentuhan lembut jemari kita ke bahunya 'kan menguatkannya tuk sanggup melewati semuanya,,, meski sedikit trik ini tak sampai menuntaskan masalahnya. (ahay :D)


Positifnya, jika usai ia melewati masalahnya, kadangkala akan teringat sosok yang tlah menenangkannya tempo lalu. Who??? You are! Kemudian akan kian bersemi cinta dan ukhuwah di antara kalian (cocwit :D). Hey... ayo ingat berawal dari apa, tadi??? Yups, 'salam semut' dan sapa mu :)


that's great...!


Sebenarnya itu adalah rumus yang 14 abad lalu sudah ada formulasinya dari kekasih Allah Rosululloh saw. Beliau bersabda, "Demi dzat yang menguasai diriku, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan belum sempurna iman kalian hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian kutunjukkan sesuatu yang jika kalian kerjakan maka kalian akan saling mencintai? Sebarkan salam di antara kalian." (HR Muslim)


So kawand, rajin-rajin tebarkan salam yuk :)
bagus lagi 'salam semut' 

keingetan sama Launun, 
# saalam sambung silatuurahmi
salam menumbuhkan cinta dii hati #


***
Tips OK 'salam semut' :

  1. Bisa langsung dipraktekkan,, syaratnya untuk para akhwat ke akhwat lagi, dan para ikhwan ke ikhwan lagi yah,, kecuali mahrom ;)
  2. Jangan mengawali salam kepada non-Musim, dan begini cara jawab salam dari orang non-Muslim: Rosululloh saw. bersabda, "apabila ahli kitab mengucapkan salam kepadamu, maka jawablah: wa 'alaikum." (Shohih Muslim No. 4024)
  3. Hindari nyegat orang yang lagi (maaf) keubeuleut untuk 'salam semut' denganmu.
  4. Baiknya jauhi tempat-tempat berikut ini untuk 'salam semut' : tengah jalan, atas rel kereta api, di atas roller coaster, di antara komunitas lesbi atau gay. 



ada ide tambahan??? :) silahkan...


[hikari]

Senin, 19 Maret 2012

Harga Sebutir Mutiara



Seandainya suatu hari kau berjalan-jalan di suatu mall, kemudian kau melewati sebuah toko perhiasan dan tiba-tiba saja penglihatanmu terpanah pada kilauan cahaya dari sejajaran perhiasan permata berbahan dasar mutiara, apa yang ada pada benakmu saat itu? Wajar, kau akan terpesona (setelah itu kau akan menyadari bahwa sekocek uang di sakumu tak cukup untuk menebusnya. ups). Meski kemerlapnya tidak seperti berlian, tapi mutiara cukup terang untuk memantulkan cahaya yang elegant.



Adakah yang tahu berapa harga sebutir mutiara? Dasyat, bisa mencapai belasan juta rupiah, bahkan sebuah mutiara berbentuk oval harganya bisa mencapai 250 ribu dollar (sekitar Rp 2,25 miliar). Harga yang menakjubkan untuk sebuah proses luar biasa yang dilakukan oleh seekor organisme mollusca bercangkang yang hidup di antara lumpur (dasar perairan), yang biasa kita sebut kerang (tiram).


Tiram mutiara (Familia Pteriidae) memiliki banyak anggota species yang menjadi primadona di tiap negara. Di Jepang, misalnya, kerang Pinctada fucata yang dikenal dengan sebutan Mutiara Akoya merupakan Japanese Pearls yang menghasilkan kilauan (luster) lebih terang dibanding kerang lain. Yupz, memang selain tingkat kilauan, warna, bentuk, dan keaslian mutiara lah yang menjadi faktor tingginya harga mutiara.


***
Kawand, tahukah, untuk menghasilkan butiran mutiara cantik ini, ada sebuah perjuangan hebat sang kerang versus irritant*???
Saat cangkang kerang terbuka, ada kemungkinan irritant akan masuk ke dalam rongga mantel kerang. Inilah saat sang kerang akan terluka dan sakit. Lalu perlahan ia bungkus benda asing yang menyakitinya itu dengan kantung mutiara (pearl sac) dan berikutnya perlahan akan mensekresikan nacre. Nacre diistilahkan sebagai Mother of Pearl, sedangkan nacre yang di inti disebut mutiara. Kualitas nacre yang dihasilkan menjadi penentu kualitas mutiara secara keseluruhan. Proses ini bernama biomineralisasi, mirip dengan proses pembentukan tulang pada manusia dan hewan bertulang belakang lainnya. 


Sebuah mutiara alami yang terbentuk tanpa intervensi manusia saaangat jaaarang terjadi. Ia ada di antara ratusan bahkan ribuan kerang. Oleh sebab itu, selama berabad-abad ini kata "mutiara" telah menjadi metafora untuk suatu yang sangat langka, baik, mengagumkan, dan berharga.


***
Itulah kalian, kawand... para pengemban da'wah yang lahir dalam suasana lumpur kapitalisme-sekuler; yang tersakiti oleh imperialisme yang sistemik; yang selalu muak dengan ilusi demokrasi... dan kalian sabar untuk terus menempa diri menjadi insan yang memiliki kepribadian tangguh dan menawan dengan balutan cahaya Islam.


Kawand, SELAMAT. Kalian lah mutiara itu. Kalian sungguh berharga di sisi Robb dan kekasihNYA, yang memiliki harga keimanan yang tinggi, sangat tinggi, bahkan tak terjual oleh dunia. Harga yang layak kalian dapatkan hanyalah surga. Allah SWT berfirman, "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka..." (TQS At-Taubah ayat 111)


Bahkan di surga nanti, kalian akan mendapatkan para mutiara (permata) yang indah.
"Seakan-akan bidadari itu permata yakut dan marjan." (TQS Ar-Rahmaan ayat 58)
"Mereka berada di atas dipan yang bertahtakan emas dan permata." (TQS Al-Waaqi'ah ayat 15)
Rupanya kalian kerennn, khan?? (azik :D) Jadi, jangan bersedih lagi ya, dan jangan berputus asa. Keep istiqomah 'di sini'. 


SemangKA! :D
Smangatz KAwand,,
Smangatz Karna Allah!


*keterangan:
irritant: pengganggu, bisa berupa pasir, benda padat, cacing, atau virus



[hikari] 

Karna Allah Sayang Kita

Suatu hari, di tengah berjalannya pembangunan infrastruktur gedung bertingkat pada proyek pemekaran daerah, seorang Arsitek berinisiatif untuk mengobservasi langsung para kontraktor apakah bekerja sesuai perintahnya dan mengontrol kesesuaian antara konstruksi bangunan aslinya dengan design karya sang Arsitek tersebut.


Satu persatu anak tangga ia naiki. Sampai di lantai ke sepuluh, ia baru teringat bahwa gulungan kertas design-nya masih tertinggal di bagasi mobilnya. Lelah ia menaiki tangga, ia memutuskan untuk meminta tolong saja kepada salah saorang dari para Kontraktor dan pekerja yang ada di bawah. Ia munculkan kepalanya ke luar jendela yang baru setengah jadi itu, lalu berteriak memanggil kerumunan orang-orang di bawah yang tengah sibuk berlalu-lalang dan membawa bahan bangunan.


Namun, sia-sia. Deru mesin bor dan bulldozer ditambah lokasinya pada ketinggian 10 tingkat mengalahkan suara kencang sang Arsitek. Suaranya hampir serak, dan tak satu pun dari para pekerja itu yang mendengar seruannya. Lalu ia berinisiatif melemparkan sesuatu untuk menarik perhatian para pekerja, barangkali akan ada yang menengok ke atas dan melihatnya. Ia temukan sebuah koin dari sakunya, lalu ia jatuhkan ke bawah di antara para pekerja itu. Syuut... cling... Koin itu jatuh tepat di hadapan seorang Kontraktor yang juga kawandnya. Sang Kontraktor tadi memungut benda bulat pipih mengkilap yang tadi jatuh di hadapannya. Ahaa... rupanya koin, lalu ia masukan ke dalam sakunya.


Melihat apa yang dilakukan Kontraktor itu, sang Arsitek lalu mengulangi aksinya melemparkan koin sambil berharap sang Kontraktor akan menengok ke atas dan melihat dirinya yang juga tengah sibuk menyeru dan melambai-lambaikan tangan.
Rupanya terulang lagi, hingga beberapa kali, sang Kontraktor tidak menengok ke atas malah mengantongi beberapa koin yang tiba-tiba jatuh di hadapannya itu.


Karna kesal, sang Arsitek akhirnya memutuskan melemparkan sesuatu yang mungkin akan sedikit menyakiti kawandnya ini namun tidak sampai parah melukainya, yaitu batu kecil. Ia cari sebutir batu yang kecil (baca: kerikil), lalu mengulangi aksinya melemparkan batu kecil ini ke arah sang Kontraktor. Syuut... tok... Kali ini mengenai tepat kepala sang Kontraktor. Lalu sambil mengaduh, sang Kontraktor memungut benda yang tadi jatuh di atas kepalanya, yang rupanya adalah batu kecil. Dan seketika itu ia menengok ke atas.


Akhirnya sang Arsitek dan sang Kontraktor itu pun bisa berkomunikasi.


***




Kawand, pernahkah kalian merasakan suatu fragmen episode hidup yang sulit, sempit, atau sakit? Tahukah kalian, mungkin itulah cara Allah melemparkan 'batu kecil' agar kita m-e-n-e-n-g-o-k--k-e--a-t-a-s. Sekedar menengok ke atas... dan berkomunikasi padaNYA. Allah tidak melemparkan kepada kita batu yang ukurannya amat besar sehingga akan melukai atau bahkan menghancurkan kita. Karna Allah Sayang Kita. Seperti seorang Arsitek tadi yang tidak mungkin melemparkan batu yang ukurannya amat besar kepada seorang Kontraktor yang juga kawandnya itu karna akan jauh melukainya.


Kawand, seperti koin tadi, mungkin ada banyak rizki dan kesenangan yang Allah hadirkan di hadapan kita, yang sejatinya adalah ujian atas keimanan kita padaNYA. Agar kita kembali mengingatNYA. Allah SWT berfirman, "Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran)." (TQS. Al-A'raaf ayat 168)


Namun, jangan bersedih dulu ya, karna ada pujian dari Rosululloh bagi seorang Mu'min yang menghadapi hal ini: dari Abi Yahya Shuhaib bin Sinan ra. Rosululloh saw. bersabda: "Sesungguhnya menakjubkan keadaan orang Mu'min, karena segala urusannya sangat baik baginya, dan itu tidak akan terjadi kecuali bagi orang Mu'min. Bila ia memperoleh kesenangan, ia bersyukur, yang demikian itu baik baginya. Dan bila ia tertimpa kesusahan ia juga bersabar, yang demikian itu pun baik baginya". Tentang sabar, Rosululloh saw. bersabda, Hanyalah kesabaran itu pada benturan yang pertama kali." (Muttafaqun 'alaih. Hadits yang diriwayatkan oleh al-Imam al-Bukhori dan al-Imam Muslim dalam shohi keduanya, dari sahabat yang sama dan mempunyai sanad)


Kawand, jadi jelas ya... tak ada jeda untuk berkeluh kesah, marah, juga bersedih hati atas semua hal yang menimpa kita :). Karna allah Sayang Kita, maka sejatinya Allah hendak meninggikan derajat kita agar kita semakin dekat padanya, jika kita mampu menyelesaikan tiap episode ujian ini dengan sikap terbaik kita. (azik :D)
SemangKA!
smangatz KAwand,,
smangatz Karna Allah!


[hikari]

Manusia Bisa 'Terbang'

11/03/2012 pagi lalu, seorang sahabatku mengatakan,
"kita itu ibarat seekor burung yang tengah terbang tinggi. Sangat tinggi. Sangat sangat tinggi... yang sudah lelah meluncur menembus awan... menghantam angin yang menghadang. Ingin segera mendarat. Karna tempat yang dituju tinggal sesaat. Kalaupun kita (burung itu) disuruh balik kembali ke sarang, tidak akan kuat... mungkin bisa jadi jatuh dari ketinggian itu saking lelahnya kita mengudara. Dan mungkin kita akan butuh waktu yang sangaaat lama tuk bisa pulih serta terbang lagi, kalau terjatuh."


Saat ku bertanya apa yang akan ia lakukan, jawabnya, "saya akan melakukan apa pun yang saya mampu sekuat tenaga tuk tetap terbang. Apapun yang terjadi. Hingga mencapai tujuan. Meski sayap saya terkulai lemas."


that's great... Ada yang punya jawaban lain? (boleh acungkan kaki :D)




Yupz, sejenak benakku sibuk mengolah perkata dan menerjemahkan segurat makna dari kalimat-kalimat itu, yang meski mungkin tak identik dengan apa yang ingin sahabatku ini sampaikan.


Seekor burung yang mampu terbang, berarti ia memiliki sepasang sayap yang kuat. Sepasang sayap yang kibasannya mampu mengangkat tubuhnya melawan gravitasi bumi, membelah udara, dan membawanya tinggi ke angkasa. Kendali sepasang sayap inilah yang menjadi potensi unik bagi sang burung. Dan penerbangan sempurna dapat dilakukan jika sang burung mengetahui kondisi medan terbangnya dengan baik. 


Setiap manusia mampu 'terbang' berada pada level yang lebih tinggi dari sebelumnya, berada dalam proses ikhtiar untuk bangkit dan menggapai mimpi-mimpinya. Pada manusia, semua itu dikendalikan oleh potensi akal/pemikirannya yang diaktualisasikan oleh segenap raganya. Dan 'penerbangan' sempurna dapat ia alami jika memiliki pemikiran yang menyeluruh tentang kondisi medan 'terbang'nya yaitu kehidupan dan alam semesta ini, juga dirinya. Potensi pemikiran khas itu plus segenap ikhtiarnya dapat ia kerahkan untuk meraih the highest levelnya. (agak rumit ya bacanya :D)


Sejak menetas hingga usia sekitar 40 hari, seekor anak burung baru dapat melakukan penerbangan. Pada manusia tidak dibatasi usia minimal kapan ia mampu 'terbang', asalkan akalnya telah mampu membimbingnya, saat itulah pertanda ia siap melakukan 'penerbangan'. 


Jika alasan burung untuk terbang adalah dorongan dari instingnya untuk mempertahankan diri atau melestarikan jenisnya, maka agak berbeda pada manusia yaitu keyakinannya akan ada bahagia di akhir atau di puncak dari 'penerbangan'nya. Bahagia karna sekedar meraih materi, prestige (martabat), eksistensi diri, atau yang hakiki adalah meraih ridho Allah SWT.





*penerbangan = perjuangan*


Kawand, kita sebut 'penerbangan' ini adalah sebuah perjuangan. Perjuangan akan sukses dan dapat meraih 2 keuntungan jika memenuhi dua syarat:

  1. Niatkan ikhlas untuk meraih ridho Allah, bukan simpati manusia. "Segala amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai niatnya. Maka barang siapa yang hijrahnya kepada Allah dan RosulNYA, maka hijrahnya itu kepada Allah dan RosulNYA. Barang siapa yang hijrahnya itu karena kesenangan dunia atau karena seorang wanita yang akan dikawininya, maka hijrahnya itu kepada apa yang ditujunya." (HR. Bukhori no. 1 dan Muslim no. 1907)
  2. Ada syariat yang memerintahkannya. "Dan barang siapa yang melakukan satu amalan yang tidak ada perintahnya dari Kami maka amalan tersebut tertolak." (Shohih, HR. Muslim dari 'Aisyah rodhiallohu 'anha)
Sukses karna akan meraih ridho Allah SWT, dan 2 keuntungan yaitu mendapatkan kemenangan di dunia dan akhirat. (azik :D)

Coba kusimpulkan, yang dimaksud sahabatku ini adalah suatu upaya 'penerbangan' dengan tujuan yang mulia. Sebuah 'penerbangan' yang ditempuh juga oleh ratusan ribu Kaum Muslim pada saat yang sama, yaitu memperjuangkan penegakkan diinNYA. Terus berjuang hinggapun butiran-butiran phospat dari ATP (Adenosin Triphospat) terkuras habis. Terus berjuang hingga Allah menangkan diin (Islam) ini atau kita syahid di dalamnya.
Insya Allah
.



[hikari]